Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Gelombang kesembuhan pasien Covid-19 kembali terjadi di Tulungagung.

Setelah 4 orang dikabarkan sembuh dari Covid-19 pada Minggu (31/5/20) lalu, pada Senin (1/6/20) kemarin bertambah 5 lagi yang dinyatakan telah sembuh.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung menyampaikan, saat ini total ada 27 pasien dari 64 yang dinyatakan sembuh.

Baca Juga : Sempat Dirawat Lima Hari, Pasien OTG Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Dengan kesembuhan itu, persentase kesembuhan pasien di Tulungagung mencapai 42 persen.

"Ini sebuah kemajuan yang sangat signifikan. Apresiasi kami sampaikan kepada semua pihak, baik medis maupun nonmedis yang terlibat dalam penanganan pasien," ujar Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung Galih Nusantoro, Senin malam.

Lima pasien yang sembuh terdiri dari seorang paramedis asal RSUD dr Iskak, dua warga Desa Jabalsari, HM seorang pasien asal Kalidawir dan MW pasien asal Kedungwaru.

HM adalah pasien yang mempunyai gejala ODGJ dan dirawat karena mempunyai riwayat sakit paru-paru. Sedangkan MW diketahui tertular dari suaminya.

"Sampai saat ini belum diketahui dari mana sumber penularan HM dan MW," sambung Galih.

Dengan banyaknya pasien sembuh ini, Galih berharap pasien baru semakin sedikit, sehingga persentase kesembuhan mencapai lebih dari 50 persen.

Demikian pula rasio penularan virus atau R0 yang terkonfirmasi hanya 1:1.

Jika syarat di atas sudah terpenuhi, tidak menutup kemungkinan Tulungagung akan menerapkan new normal life atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga : Jual Sayur di Pasar Peterongan, Satu Keluarga di Jombang Positif Covid-19

"Jika rasio penularan satu banding satu, artinya semua potensi penularan sudah terpantau. Kita tinggal mengantisipasi penularan yang dari luar," terang Galih.

Disinggung tingginya tingkat kematian PDP (Pasien Dalam Perawatan) di Tulungagung, Galih menjelaskan, RSUD dr Iskak adalah rumah sakit rujukan regional.

Banyak PDP asal luar kota yang dirujuk ke RSUD dr Iskak, sehingga data mereka juga tercatat di Tulungagung.

Terkait dengan angka kematian, rata-rata pasien yang datang sudah dalam kondisi parah dan dengan penyakit penyerta.

"Yang perlu dicatat, sejauh ini hanya ada satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia (di Tulungagung)," tegas Galih.

Sementara PDP yang meninggal dunia hanya empat orang yang reaktif saat rapid test.

Sebelum sempat dites swab, mereka sudah lebih dulu meninggal dunia.