Tim Doktor Mengabdi Fakultas Teknik UB. (Foto istimewa)
Tim Doktor Mengabdi Fakultas Teknik UB. (Foto istimewa)

Berwisata ke gunung berapi aktif tentu memiliki tantangan tersendiri. Jika tak mengetahui status gunung berapi, bisa-bisa wisatawan tidak akan menikmati perjalanannya dengan maksimal karena gunung sedang "bangun". 

Contohnya saat ke Gunung Bromo, pengunjung akan dilarang naik mendekati kawah saat aktivitasnya meningkat. Di waktu lain, saat Gunung Bromo "tidur", wisatawan bisa dengan leluasa menikmati keindahan kawah di puncaknya.

Untuk itu, mitigasi bencana sangat diperlukan agar jadwal kunjungan bisa disesuaikan dengan objek yang akan dituju. Di era teknologi ini, Tim Peneliti Universitas Brawijaya (UB) menciptakan aplikasi berbasis android dengan judul Bromo Siaga.

Dr Eng Fadly Usman ST MT dari Fakultas Teknik UB selaku ketua menjelaskan bahwa aplikasi ini bisa menjadi produk unggulan terbaru sebagai sarana bagi edukasi warga maupun wisatawan untuk mengetahui kondisi terkini Gunung Bromo.

"Selain untuk mengetahui tujuan wisata favorit di sekitar Gunung Bromo, pengguna juga bisa mengetahui lokasi titik evakuasi ketika terjadi bencana erupsi," ucapnya.

Dalam 10 tahun terakhir, objek wisata Gunung Bromo di Jawa Timur sering mengalami Erupsi. Yakni mulai tahun 2010, 2015 sampai dengan tahun 2019.

Berdasarkan sejarahnya, erupsi mengalami perubahan-perubahan sehingga memungkinkan dampak parah berpotensi terjadi lagi.

Karakteristik letusan Gunung Bromo letusan freatik yang menghasilkan abu dan lontaran material pijar dan berlangsung dalam waktu yang relatif panjang.

Aplikasi ini merupakan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Doktor Mengabdi pada tahun 2019 dengan judul kegiatan “Aplikasi Berbasis Android sebagai Sarana Siaga Bencana terhadap Ancaman Erupsi Gunung Bromo”.

Bersama dengan Eddy Basuki Kurniawan ST MT dan Muhammad Fathoni sebagai anggota, Dr Eng Fadly juga melibatkan masyarakat dan instansi terkait dalam pembuatan aplikasi ini.

“Mereka kan yang lebih tahu. Jadi konten yang ada di aplikasi kami selalu meminta pendapat masyarakat dan pemerintah setempat,” imbuh Dr ENg Fadly.

Selain itu, tujuan tim peneliti adalah keterlibatan aktif pengguna aplikasi Bromo Siaga. Mereka dapat langsung menyalurkan aspirasinya melalui aplikasi ini.

Aplikasi Bromo Siaga dapat diunduh di Google Play Store. Aplikasi ini dilengkapi dilengkapi fitur-fitur seperti Home, Shelter (titik evakuasi), Vlog, dan CCTV.

Fitur Home berisi informasi terkait Gunung Bromo. Seperti kisah, sejarah dan kejadian-kejadian terdahulu terkait erupsi Gunung Bromo; bagaimana erupsi terjadi, tujuan wisata favorit, dan informasi lainnya.

Fitur shelter merupakan fitur unggulan dari aplikasi bromo siaga, fitur ini berisi informasi dasar tentang tempat evakuasi sementara seperti sebaran shelter, informasi shelter (nama bangunan, letak bangunan, jumlah lantai, kapasitas, dan letaknya di dalam zona KRB/Kawasan Rawan Bencana), jalur evakuasi, serta estimasi waktu tempuh.

Pada fitur vlog, pengguna dapat melihat video yang sudah diunggah oleh para vlogger wisatawan Gunung Bromo.

"Adapun fitur CCTV merupakan sarana bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi terkini dan terupdate. Khususnya view yang langsung menunjukkan kondisi Gunung Bromo terkini secara langsung," terang Fadly.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Ir. Anggit Hermanuadi MSi turut mengapresiasi aplikasi tersebut.

Menurutnya, aplikasi Bromo Siaga merupakan inovasi baru yang memudahkan masyarakat utamanya yang berada di sekitar Bromo terkait tindakan mitigasi bencana.

“Tak hanya masyarakat kami, tapi juga wisatawan, maupun stakeholder terkait untuk melakukan tindakan-tindakan mitigasi bencana yang diperlukan ketika erupsi Gunung Bromo terjadi," timpalnya.

Terpisah, Camat Sukapura Maryoto melalui Sekcam menaruh harapan besar agar pemerintah daerah dan juga pusat dapat memberikan perhatiannya kepada Kecamatan Sukapura saat terjadi bencana erupsi terjadi.

"Aplikasi ini mudah, langsung bisa diinstal di smartphone, jadi kami juga berharap agar aplikasi ini bisa menjadi jembatan dengan pemerintah," ujarnya.