Gubernur Jatim Khofifah
Gubernur Jatim Khofifah

SURABAYATIMES - Presiden Joko Widodo telah resmi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto, Surabaya-Sidoarjo-Lamongan), kawasan BTS (Bromo-Tengger-Semeru), serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Perpres tersebut ditandatangani Presiden Jokowi pada  20 November 2019 serta resmi diundangkan di Jakarta pada 25 November 2019 oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly. 

Untuk mendukung dan memberikan nilai tambah di kawasan tersebut, dalam Perpres 80 Tahun 2019 juga tertuang pengembangan di kawasan Selingkar Ijen, kawasan Madura dan Kepulauan. 

Penetapan Perpres No 80 Tahun 2019 ini sendiri sesuai dengan usulan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang telah disampaikan saat rapat terbatas percepatan pembangunan di Istana Bogor yang dipimpin langsung Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. 

Menanggapi hal tersebut, Khofifah menyambut sangat baik penetapan Perpres No 80 Tahun 2019. Dia akan segera menyiapkan rencana detail percepatan pembangunan ekonomi yang dibutuhkan. 

"Kami sungguh sangat bersyukur dan menyambut baik terbitnya perpres ini. Dan ini wujud respons cepat dari pemerintah pusat. Harapannya lewat lerpres ini,  iklim investasi di Jatim juga akan ikut meningkat," ujar Khofifah  di Surabaya, Jumat(29/11). 

Khofifah menjelaskan, dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi di tiga kawasan itu, dalam perpres disebutkan akan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Juga tertuang dalam rencana induk pembangunan kawasan di bawah pendampingan dan pengawasan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 

Terkait pendanaan, dalam perpres telah tertuang bahwa percepatan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut bersumber dari empat hal. Yaitu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kerja sama pemerintah dan badan usaha, serta sumber pendapatan lain yang sah sesuai peraturan perundang-undangan. 

Dalam perencanaannya, lanjut Khofifah, untuk kawasan Gerbangkertosusila akan difokuskan pada konektivitas. Sehingga, ketersediaan transportasi publik di kawasan Gerbangkertosusila akan tersedia dengan baik. 

"Kami akan segera menyiapkan detail plan serta membentuk tim task force terkait penyediaan transportasi publik, termasuk opsi MRT, LRT serta opsi penambahan kereta komuter tidak hanya sampai Lamongan, tapi sampai Tuban," tukas mantan menteri sosial dan menteri pemberdayaan perempuan ini. 


Sedangkan pengembangan di kawasan BTS akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang lebih memadai bagi para wisatawan, baik dari arah Malang, Pasuruan, maupun Probolinggo.  "Kami harap percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Jatim, khususnya di kawasan Gerbangkertosusila, BTS, Selingkar Wilis dan Kawasan Selatan, akan mampu memberikan multiplier effect yang luas bagi semua pihak. Baik bagi PDRB di Jatim maupun PDB secara nasional," tutup Khofifah.