Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg saat membuka kegiatan RTM 2019 di Hotel Golden Tulip Batu. (Foto: Humas)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg saat membuka kegiatan RTM 2019 di Hotel Golden Tulip Batu. (Foto: Humas)

 Kini Indonesia tengah dihadapkan dengan tantangan era revolusi industri 4.0. Tak hanya sektor ekonomi, sosial, dan teknologi, tetapi sektor pendidikan juga mau tak mau harus dapat beradaptasi dengan era ini.

Di jenjang pendidikan tinggi, perguruan tinggi didorong oleh pemerintah untuk melakukan perkuliahan berbasis daring. Hal ini juga dilakukan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Prof Dr Abdul Haris MAg. Ia turut mendorong dosen melakukan perubahan metode pembelajaran konvensional yang sudah dilakukan selama ini ke daring.

"Jika memang bisa dilakukan pembelajaran online kenapa tidak. Tapi tetap, dosen dan mahasiswa tidak meninggalkan pembelajaran tatap muka," ucapnya dalam Rapat Tinjauan Manajemen Mutu tahun 2019 di Hotel Golden Tulip Batu yang digelar mulai Senin sampai Rabu (25-27/11/2019).

Yang terpenting, kata dia, dosen tetap bisa mengontrol para mahasiswanya. Begitu juga lembaga, bisa mengontrol para dosennya dengan sistem pembelajaran online tersebut.

"Komposisinya bisa diatur. Misalkan 30 persen sistem pembelajaran online dan yang 70 persen tatap muka," imbuhnya.

UIN Malang, kata Haris, harus menjadi salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang bisa dibanggakan di tiga sektor utama. Yaitu soal pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam satu tahun ini, sudah banyak sekali capaian UIN Malang. Prof Haris pun mengapresiasi seluruh pimpinan yang ada di UIN Malang. Sebab, berdasarkan hasil laporan yang diterima mahasiswa dan dosen, UIN Malang banyak meraih prestasi yang membanggakan.

Salah satunya, UIN Malang meraih juara umum pekan ilmiah olah raga seni dan riset (PIONIR), dan masih banyak lagi. "Total ada 39 prestasi juara," tuturnya.

Selain itu, tahun ini juga, UIN Malang sudah melakukan pengukuhan tiga guru besar. Dan jika tidak ada halangan, Desember 2019 ini akan ada pengukuhan dua guru besar lagi di kampus tersebut.

"Saya mohon bagi dosen yang sudah memenuhi syarat untuk segera mengajukan guru besarnya," tegasnya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Kemenag RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi saat melakukan kunjungannya ke UIN Malang belum lama ini. Dia berharap, UIN Malang bisa menjadi kampus yang bisa dibanggakan bagi seluruh masyarakat muslim dunia. Ia menegaskan bahwa UIN Malang merupakan Al-Azhar-nya Indonesia.