Tangkapan layar trending topik Twitter (Twitter)
Tangkapan layar trending topik Twitter (Twitter)

Rencana reuni Akbar 212 yang akan digelar tanggal 2 Desember 2019 datang di Monas, Jakarta, telah jadi perbincangan banyak kalangan. 

Dari para pejabat teras pemerintah sampai warganet di dunia maya.

Bahkan, tagar #212PanggungSandiwara beberapa jam terakhir ini masih menguasai topik jagad maya Twitter dan jadi trending topik nomor satu Indonesia. 

Yakni dengan 18,5 ribu warganet yang memperbincangkan terkait rencana adanya reuni Akbar 212.

Ramainya perbincangan itu tak lepas dari pro dan kontra Persaudaraan Alumni (PA) 212 dalam pergulatan sosio-politik dewasa ini di Indonesia.

Terutama saat masih panas-panasnya kampanye Pilpres 2019 lalu serta beberapa peristiwa lainnya yang menyedot perhatian khalayak umum.

Satu sisi, warganet pengusung #212PanggungSandiwara bisa ditebak merupakan bagian yang kontra dengan berbagai aksi dan tindakan PA 212 selama ini. 

Sehingga memunculkan tagar yang kini merajai tangga trending topik Twitter, Minggu (24/11/2019).

Warganet pengusung tagar ini menyampaikan, walau acara reuni 212 bertemakan munajat dan merayakan maulid nabi, tapi mereka percaya di baliknya adalah menyuarakan politik praktis.

Seperti yang disuarakan oleh akun @cintada17, "Saya tebak Kelompok2 yg tidak suka Pancasila dan Sang merah putih. Akan memanfaatkan 212 sebagai kedok. #212PanggungSandiwara Oleh: Gus Muwariq," cuitnya sambil menyertakan sebuah video, Minggu (24/11/2019).

@ko_papua juga menuliskan, bahwa reuni 212 hanyalah ajang dan bernuansa politis. "Reuni 212 Bernuansa Politis," cuitnya pula.

Akun @Airin_NZ pun melugaskan terkait tagar #212PanggungSandiwara yang menyampaikan, walau tema reuni 212 sangat banyak intinya adalah pulangkan Rizieq (Habib Rizieq Shihab, Imam Besar 212).

"Temanya bejibun. Mulai dari tema Munajat hingga tema yg lain..Tapi isinya tetap sama "PULANGKAN RIZIEQ". Gw kadang suka ngakak liat kaum ini. Ud sering dpt jwbn. Klw mw balik balik aj krn Rizieq gk dlarang utk balik. Tp ttp aj merekengek minta pulang," cuitnya.

Ramainya warganet mengusung tagar itu juga mendapat respon dari Gubernur DKI Jakartq Anies Baswedan yang ikut terseret dalam rencana agenda itu. Dimana, mereka meyakini, Anies yang memberi jalan dan rekomendasi atas acara reuni 212 mendatang.

Hal ini disebabkan, klaim Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif yang menyampaikan, telah mendapat rekomendasi dari Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk menggelar acara Reuni Akbar 212.

"Tentang perizinan alhamdulillah, pertama perlu kita informasikan Insya Allah semua berjalan dengan baik dan lancar karena rekomendasi dari Gubernur DKI Jakarta sudah kita dapatkan," kata Slamet saat jumpa pers di Kantor DPP FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Klaim ini pun dibantah Anies yang terheran-heran terkait hal itu saat dikonfirmasi media. 

Anies justru balik mempertanyakan mengenai maksud dari rekomendasi itu. 

Ia mengaku tak tahu soal adanya rekomendasi darinya kepada PA 212.

"Rekomendasi? Rekomendasi itu apa ya?" ucapnya yang menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta tidak mengeluarkan rekomendasi untuk acara apa pun. 

"Penggunaan Monas, sifat pemprov adalah pasif. Artinya ada pihak yang mengajukan untuk meminjam, kemudian pemprov review dan dari situ memutuskan apakah meminjamkan atau tidak," jelasnya seperti dikutip suara.com.

@AriestaRiico bahkan menuliskan, "Himbauan NU larang warga nya untuk ikut 212. Tujuan Utama NU adalah Perekat Umat & Pemersatu Bangsa...," cuitnya.

Tagar #212PanggungSandiwara yang menolak adanya reuni 212 dikarenakan menurut warganet hanyalah mengusung kepentingan politis atas nama umat Islam, mendapat perlawanan dengan adanya tagar #212SelaluAmanDamai.

Warganet pengusung yang pro reuni 212 memberikan pernyataan dan komentar berbedanya dengan waraganet  di sisi berbeda.

@1Bakwantah, "Bismillah kita ber sama2 memohon ijin ridho Allah subhanahu wataallah. Tgl 2 Desember 2019 mendptkan ridhoNya. Insyaallah silaturahmi akn berjln dg baik, aman, damai, sejuk, indah dan penuh Keberkahan. Insyaallah silaturahmi di Monas sukses karena Allah," cuitnya.

@Malin_bertuah40 juga menuliskan, "INSYA ALLAH 212 SELALU JADI BARA PERSATUAN UMAT ISLAM". 

Namun Ada Pihak yg Mengatakan Reuni 212 Sebagai Panggung Sandiwara/Pemecah Belah Ummat," cuitnya sambil mengajak warganet mengikuti polling terkait hal itu.

Perang tagar terkait rencana reuni 212 di Monas tanggal 2 Desember 2019 datang, masih akan terus ramai di media sosial. 

Warganet yang pro dan kontra akan terus mengusungnya. 

Tinggal bagaimana masyarakat nantinya menilai terkait hal itu. 

Yang pasti seperti yang dicuitkan @jr_kw19 seluruh agama mengajarkan untuk saling memuliakan manusia.

"Saling memuliakan manusia adalah bagian terpenting dalam beragama. -Gusdur.
Indonesia damai penuh cinta sesama," tulisnya.